● Infeksi Saluran Pernafasan

  • Influenza A/B

    Influenza A/B

    Kit ini digunakan untuk deteksi kualitatif asam nukleat virus influenza A/B pada sampel usap orofaring manusia secara in vitro.

  • Virus Influenza A Universal/H1/H3

    Virus Influenza A Universal/H1/H3

    Kit ini digunakan untuk deteksi kualitatif asam nukleat virus influenza A tipe universal, tipe H1 dan tipe H3 pada sampel usap nasofaring manusia.

  • Adenovirus Universal

    Adenovirus Universal

    Kit ini digunakan untuk deteksi kualitatif asam nukleat adenovirus pada sampel usap nasofaring dan usap tenggorokan.

  • 4 Macam Virus Pernafasan

    4 Macam Virus Pernafasan

    Kit ini digunakan untuk deteksi kualitatifnCov-2019, virus influenza A, virus influenza B dan asam nukleat virus syncytial pernapasanspada manusiaosampel usap rofaringeal.

  • 19 Jenis Patogen Infeksi Aliran Darah

    19 Jenis Patogen Infeksi Aliran Darah

    Kit ini cocok untuk deteksi kualitatif Pseudomonas aeruginosa (PA), Acinetobacter baumannii (ABA), Klebsiella pneumoniae (KPN), Escherichia coli (ECO), Staphylococcus aureus (SA), Enterobacter cloacae (ENC), Staphylococcus epidermidis

    (STAE), Candida tropicalis (CTR), Candida krusei (CKR), Candida albicans (CA), Klebsiella

    oxytoca (KLO), Serratia marcescens (SMS), Proteus mirabilis (PM), Streptococcus

    pneumoniae (SP), Enterococcus faecalis (ENF), Enterococcus faecium (EFS), Candida

    parapsilosis (CPA), Candida glabrata (CG) dan asam nukleat Streptococci Grup B (GBS) dalam sampel darah lengkap.

  • 12 Macam Patogen Pernafasan

    12 Macam Patogen Pernafasan

    Kit ini digunakan untuk deteksi kualitatif gabungan SARS-CoV-2, virus influenza A, virus influenza B, adenovirus, mycoplasma pneumoniae, rhinovirus, virus pernapasan syncytial dan virus parainfluenza (Ⅰ, II, III, IV) dan metapneumovirus manusia di usap orofaringeal.

  • Staphylococcus Aureus dan Staphylococcus Aureus yang Tahan Methisilin

    Staphylococcus Aureus dan Staphylococcus Aureus yang Tahan Methisilin

    Kit ini digunakan untuk deteksi kualitatif staphylococcus aureus dan asam nukleat staphylococcus aureus yang resisten methisilin dalam sampel dahak manusia, sampel usap hidung, serta sampel infeksi kulit dan jaringan lunak secara in vitro.

  • Sindrom Pernafasan Timur Tengah Asam Nukleat Virus Corona

    Sindrom Pernafasan Timur Tengah Asam Nukleat Virus Corona

    Kit ini digunakan untuk deteksi kualitatif asam nukleat virus corona MERS pada usapan nasofaring yang mengidap virus corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

  • Gabungan Patogen Pernafasan

    Gabungan Patogen Pernafasan

    Kit ini digunakan untuk deteksi kualitatif patogen pernapasan dalam asam nukleat yang diekstraksi dari sampel usap orofaring manusia.Patogen yang terdeteksi antara lain: virus influenza A (H1N1, H3N2, H5N1, H7N9), virus influenza B (Yamataga,Victoria), virus parainfluenza (PIV1, PIV2, PIV3), metapneumovirus (A, B), adenovirus (1, 2, 3 , 4, 5, 7, 55), pernafasan syncytial (A, B) dan virus campak.

  • 19 Macam Asam Nukleat Patogen Pernafasan

    19 Macam Asam Nukleat Patogen Pernafasan

    Kit ini digunakan untuk deteksi kualitatif gabungan SARS-CoV-2, virus influenza A, virus influenza B, adenovirus, mycoplasma pneumoniae, chlamydia pneumoniae, virus pernapasan syncytial dan virus parainfluenza (Ⅰ, II, III, IV) pada usap tenggorokan dan sampel dahak, metapneumovirus manusia, haemophilus influenzae, streptococcus pneumoniae, klebsiella pneumoniae, staphylococcus aureus, pseudomonas aeruginosa, legionella pneumophila dan acinetobacter baumannii.

  • 4 Macam Virus Pernafasan Asam Nukleat

    4 Macam Virus Pernafasan Asam Nukleat

    Kit ini digunakan untuk deteksi kualitatif SARS-CoV-2, virus influenza A, virus influenza B, dan asam nukleat virus pernapasan syncytial pada sampel usap orofaringeal manusia.

  • Enam jenis patogen pernapasan

    Enam jenis patogen pernapasan

    Kit ini dapat digunakan untuk mendeteksi secara kualitatif asam nukleat SARS-CoV-2, virus influenza A, virus influenza B, adenovirus, mycoplasma pneumoniae, dan virus pernapasan syncytial secara in vitro.

12Berikutnya >>> Halaman 1 / 2